angkatan 2007, 2008, 2009, 2010
Selasa, 28 Mei 2013
Minggu, 26 Mei 2013
Kamis, 18 April 2013
“Membangun Kebersamaan”
A.
Situasi dan
Status Sosial
Umat Paroki St Bonaventura merupakan paroki yang
terletak di Pulo Mas Dekenat Jakarta Timur. Pulo Mas sering disebut dengan
singkatan dari Pusat Orang-Orang berhati Emas dan Paroki ini dikenal sebagai
paroki yang termasuk kaya. Namun
disekitar Gereja masih saja ada orang- orang miskin yang perlu di bantu
dalam hal ekonomi. “…didekat Gereja
kita sini itu ada ee lingkungan namanya lingkungan Carolus Boromeus itu sangat
itu satu lingkungan ya tapi lokasinya terjelek aa pasadenia residen itu kan
dari itu rumah bagus-bagus itu gede-gede mahal itu suster”[1].
Kemiskinan yang dialami umat di wilayah sekitar
Gereja, berkaitan dengan ekonomi, mereka merasa rendah dan sungkan untuk
bergabung dengan orang kaya. Perbedaan yang sangat jauh
bagaikan langit dan bumi. Banyak masyarakat di sekitar lokasi itu mempunyai
rumah mewah, sedangkan umat katolik yang tinggal disitu cukup untuk berteduh.
Sehingga keadaan dan situasi ini mempengaruhi beberapa umat katolik dalam membangun
kebersamaan sebagai satu paguyuban. Ketika mereka diajak untuk bergabung dalam
kegiatan rohani di Paroki, mereka
merasa diri tidak berdaya, merasa sungkan, kecil dan tidak layak untuk terlibat
karena dari segi ekonomi mereka tidak mempunyai apa-apa.
Selain itu dari segi status sosial, banyak orang di
paroki ini yang tergolong orang berada dan mempunyai segala-galanya,
namun mereka tetap saling menjalin relasi. Misalnya mengadakan kunjungan “terus yang
salah kita buat lalu salah satu ya kita sering kita berkunjung ke sana, hanya
seperti orang tamu aja.
Kalau untuk kita berkumpul kitab suci segala bapak itu selalu ikut tetapi
lokasi tetap di pulomas terpencil atau kita pinjam ruangan disitu tapi kalau ya
ya itu hanya kalau tapi kalau untuk lintas paroki masih baik”. Dengan
kegiatan ini mereka tidak seperti orang yang tidak dianggap, justru diberi
perhatian khusus. Tujuannya untuk membangun kebersamaan sebagai anggota tubuh
Kristus yang takkan terpisah. Karena semua manusia, miskin atau kaya, lemah
atau kuat, di hadapan Allah sama. Allah menaruh kasih dan cinta yang sama bagi
semua ciptaan-Nya, terutama manusia.
B.
Latar Belakang
Ekonomi
1.
Kaya
Arti
"kaya" bagi banyak orang bisa saja berbeda-beda. Sama dengan cara
orang memandang "sukses".
Namun, kaya yang dimaksud dalam tulisan ini adalah berkaitan dengan harta dan
tempat tinggal. Orang yang mampu dapat membuat rumah yang baik dan hidupnya
terjamin. Semua orang menginginkan
hidup kaya, bahagia, dan sejahtera. Menjadi
kaya memerlukan waktu dan proses, yang dikerjakan secara penuh disiplin dan
komitmen tinggi. Menjadi kaya pun bukanlah akhir dari sebuah pencapaian,
melainkan sebuah titik yang akan terus bergerak.
2.
Miskin
Sebaliknya miskin merupakan situasi sosial yang
dialami semua orang termasuk umat Katolik di Pasadenia tepatnya di lingkungan
Carolus Boromeus. Ada lingkungan yang miskin tetapi mereka mempunyai usaha
sehingga menjadi sukses. Sebagai pribadi yang sadar, betapa
bangganya setiap kita bisa memberikan sesuatu bagi orang lain, meskipun hal itu
sangat kecil. Betapa kita setelah memberi merasa kaya dan hebat, dan betapa
orang yang kita berikan itu seperti nya sangat membutuhkan meskipun hanya untuk
detik itu.
C.
Harapan umat
Dalam hiruk-pikuk kehidupan seperti sekarang ini
masih ada orang yang mau membela dan mempertahankan gereja. Tidak menghiraukan
situasi sosial baik miskin maupun kaya. Ini merupakan salah satu pengakuan iman
akan kekudusan Gereja yang dapat mempersatukan semua umat, yaitu “Menjaga dan
Merawat Gereja”. “Harapan
saya itu suster kalau Ke Gereja kan ada slide ya suster slide itu yang buat
saya, ada beberapa tulisan siapa lagi
sih yang akan merawat dan menjaga Gereja kita kalau bukan kita sendiri”.
Pernyataan ini jelas mengandung makna siapapun dia entah kaya, miskin,
berkewajiban untuk peduli dengan Gereja, yang dimulai dari keluarga memberi
contoh bahwa Gereja itu rumah Tuhan, rumahku, rumahmu, namun yang harus merawat
dan menjaga adalah semua umat katolik baik yang kaya maupun yang miskin. Datang
ke Gereja untuk bertemu Tuhan dan dalam ekaristi membangun kebersamaan menjadi
satu tubuh yang takkan terpisahkan untuk selama-lamanya, berkat santapan tubuh
dan darah Kristus.
[1]
Wawancara, Selasa, 28 Agustus 2012, Bp.Koko, 43 Th Sekretaris 2 Dewan Paroki Gereja
St. Bonaventura Lingkungan St. Lukas,
Wilayah IV.
Selasa, 16 April 2013
Dalam Pencarian
dalam sebungkus mutiara panggilan
antara cinta dan cita-cita
jua gelora yang menggema akan dunia
pentingnya lagu rindu akan kedamaian
membuyarkan tatapan hampa
akan penemuan jati diri
who i am?...siapa aku?
Rinai canda tawa tukang bangunan
mengajariku melihat dunia lewat dua mata
senyum merekah mentari diujung senja
mengajariku mengenali kurnia kasih-Mu
kucoba tepiskan rasa dan asa
akan keinginan yang membara
tuk songsong singgasana kudus
dalam kedamaian taman firdaus Abadi
puisi dari seorang teman Hans (2005)
Selasa, 09 April 2013
tentang Berhala
Penyembahan
Berhala
1.
Gambaran Berhala dan Penyembahan Berhala
Berhala adalah
perwujudan atau simbolisasi wujud Allah dalam bentuk-bentuk ciptaan-Nya, baik
itu patung maupun bentuk manusia. Di dalam Kitab Suci ada berbagai gambaran
berhala seperti patung berhala/patung tuangan (Kel. 34:17, Im. 19:4 Bil.33). allah
emas ( Kel.32:31, 2 Taw 13:8), allah buatan tangan manusia (Ul.4:28, Mzm
115:4-7), baal dan asyera yang sering dikenal dengan dewa dewi keseuburan (bil
33:52, 2 raja 17:6, 2 taw 33:3), dewa-dewa asing atau allah lain (Kej 35:2, 4;
Yos 24:20;Hak 2:12,17, 1Raj 14:9), pengorbanan anak-anak manusia (Yer 7:17-20,
2 Raj 3:26-17).
Di Baid Allah
diukir gambar-gambar binatang melata dan binatang-binatang lain yang
menjijikkan dan segala berhala-berhala kaum Israel ( Yeh 8:10). Biasanya dalam
hubungan dengan penyembahan berhala, bangsa Israel mendirikan bukit
pengorbanan, dimana merupakan pusat penyembahan dan di tempat itu terdapat
tugu-tugu berhala(Kel 23:24), tiang berhala (Kel 34:13, Hak 2:13) lambang asyeera dan mezbah untuk persembahan.
Salah satu yang terkenal adalah betel (Kej 28 :18-19).
2.
Sebab-sebab Orang Israel Menyembah
Berhala
Bangsa Israel
dikelilingi oleh bangsa-bangsa kafir yang percaya bahwa menyembah beberapa dewa
lebih unggul daripada hanya satu allah. Bangsa Israel terpengaruh oleh
pandangan ini dan akhirnya meniru bangsa kafir. Dewa bangsa lain tidak menuntut
ketaatan seperti Allah Israel. Contohnya dewa lain menganggap perzinahan
sebagai salah satu upacara penyembahan sedangkah Allah Israel menuntut moral
dari bangsa Israel yakni sepuluh perintah Allah. Bangsa Israel percaca bahwa
malaui penyembahan berhala menghasilkan hal yang nyata dan inilah yang dilihat
oleh bangsa Israel. Contohnya dewa kesuburan menghasilkan anak-anak, dewa cuaca
menyebabkan kondisi alam yang memungkinkan panen berlimpah dan dewa perang
memberikan perlindungan dan kemenangan terhadap musuh.
3.
Pandangan Nabi tentang Penyembahan
Berhala
Menurut nabi yeremia bangsa Israel
hanya mengikuti ilah-ilah bangsa lain yang tidak mereka kenal dan juga
menduakan allah. Bentuknya bangsa Israel pergi ke bukit pengorbanan dan
menyembah dewa-dewi kanaan (Yer 7 :9). Yang dilakukan yeremia adalah yeremia
menunjukkan bahwa berhala yang disembah merupakan buatan manusia (yer 10:3-5),
berhala ini tidak punya kuasa, tidak dapat berbicara bahkan berjalan karena (mereka
diusung oleh pengikutnya). Yeremia menegaskan berhala ini tidak dapat
dibandingkan dengan yahwe. Lain lagi menurut yesaya, ibadat kepada Allah tidak
dapat dipisahkan dari kehidupan sosial. Kehidupan yang dulu setia pada allah
berbalik karena mereka menyembah dewa-dewa. Kekecawaan yahwe ditunjukkan dalam
nyanyian tentang kebun anggur (Yes 5:1-7).
4.
Kesimpulan
Bangsa Israel melihat bangsa lain
menyembah allah lai yang digambarkan melalui patung, ingin memiliki allah
seperti itu. Mereka ingin mempunyia allah yang berwujud. Penyembahan berhala
yang dimaksud disini adalah menyembah suatu ciptaan sebagai allah lain,
sehingga mengeser kedudukan Allah yang seharusnya menempati tempat terutama di
dalam hidup kita. Penyembahan berhala tiddak berkenan pada Allah menurut
perintah Allah karena hal ini menggantikan kedudukan Allah, terutama dalam
pandangan Israel.
By Katarine FSGM
10 April 2013
Rabu, 27 Maret 2013
Hati yang Berbunga
Perjumpaan yang mendatangkan rahmat.....
wow, hebat, keren, palagi ya......ada ap neh....
ceritanya tu
Hari Senin tanggal 18 Maret 2013,
kebahagiaan yang luar biasa aku rasakan dan alami
aku boleh berjumpa dan mengenal seorang Gembala Gereja.
bak Elisabet "siapakah aq ini Tuhan sehingga ibu,
Tuhan qu dtng mengunjungi aq...."
juga seperti para murid yang dikunjungi oleh Yesus .
meski blom tiba namun aq boleh mengalaminya....
hati berbunga....mekar....merah....
terimakasih Tuhan tuk kesempatan ini
wow, hebat, keren, palagi ya......ada ap neh....
ceritanya tu
Hari Senin tanggal 18 Maret 2013,
kebahagiaan yang luar biasa aku rasakan dan alami
aku boleh berjumpa dan mengenal seorang Gembala Gereja.
bak Elisabet "siapakah aq ini Tuhan sehingga ibu,
Tuhan qu dtng mengunjungi aq...."
juga seperti para murid yang dikunjungi oleh Yesus .
meski blom tiba namun aq boleh mengalaminya....
hati berbunga....mekar....merah....
terimakasih Tuhan tuk kesempatan ini
Langganan:
Postingan (Atom)